Kunjungan Menlu RI Sugiono ke Korea Utara Ternyata Bikin Korea Selatan Waswas
Para pejabat Korsel menegaskan, data KF-21 dilindungi berdasarkan perjanjian kerahasiaan kedua negara. Namun, para pengamat di Negeri Gingseng khawatir berdasarkan catatan masa lalu, seperti tuduhan atau skandal kebocoran data rahasia hingga penundaan pembayaran.
KF-21 Boramae, proyek jet tempur generasi 4,5 yang diluncurkan bersama pada 2015, dijadwalkan selesai pada 2026. Namun, penundaan pembayaran membuat proyek juga molor.
Indonesia awalnya setuju untuk mendanai sekitar 20 persen dari proyek tersebut atau senilai 8,1 triliun won (sekitar 5,9 miliar dolar AS). Keuntungan bagi Indonesia mendapat 48 pesawat unit jet tempur IF-X, varian pesawat untuk Indonesia, yang akan diproduksi melalui transfer teknologi.
Namun karena penundaan pembayaran beberapa kali, kedua pihak pada Juni lalu sepakat untuk mengurangi kontribusi Indonesia menjadi sekitar 600 miliar won atau sepertiga dari jumlah awal, dengan konsekuensi Indonesia hanya mendapat transfer teknologi lebih sedikit.
Kepercayaan Korsel semakin terguncang tahun lalu ketika para engineer Indonesia di Korea Aerospace Industries berupaya mengambil flash drive USB berisi data rahasia KF-21 dari sebuah fasilitas produksi. Jaksa pada Juni lalu membebaskan lima engineer tersebut dari tuntutan pidana.