Krisis Kelahiran, China Naikkan Pajak Kondom demi Jaga Populasi
Sejumlah pakar menilai kebijakan tersebut keliru. Anggapan kenaikan pajak kondom akan berdampak langsung pada tingkat kelahiran dinilai “upaya berlebihan dan tidak tepat sasaran”.
Sebelumnya, pemerintah China telah mencoba berbagai insentif lain. Salah satunya memberikan subsidi sekitar Rp24 juta per anak bagi setiap pasangan. Namun, hasilnya belum signifikan untuk membalikkan tren penurunan kelahiran.
Di sisi lain, kondisi ekonomi yang melemah dan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia membuat pemerintah semakin terdesak. Berbagai kebijakan pun terus digulirkan untuk mendorong generasi muda menikah dan memiliki keturunan.
Data resmi menunjukkan populasi China telah menurun selama tiga tahun berturut-turut. Pada 2024, jumlah kelahiran hanya mencapai 9,54 juta bayi, atau sekitar setengah dari angka kelahiran satu dekade sebelumnya, saat aturan pembatasan anak mulai dilonggarkan.
China sendiri pernah menerapkan kebijakan satu anak sejak 1994 yang berlangsung selama puluhan tahun. Kini, kebijakan tersebut telah dicabut, tetapi dampak jangka panjangnya masih terasa.