Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pesawat Maskapai Kolombia Jatuh Dekat Perbatasan Venezuela, Tewaskan Anggota DPR
Advertisement . Scroll to see content

Korban Tewas Kecelakaan Pesawat di Dunia pada 2019 Turun 50% Dibandingkan 2018

Kamis, 02 Januari 2020 - 12:48:00 WIB
Korban Tewas Kecelakaan Pesawat di Dunia pada 2019 Turun 50% Dibandingkan 2018
Pesawat Ethiopian Airlines jatuh pada Maret 2018 (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

Sementara itu pesawat komersial besar yang dimasukkan dalam data To70 adalah yang digunakan oleh hampir semua maskapai seluruh dunia, tidak termasuk pesawat kecil Cessna Caravan dan turboprop.

Dua insiden pesawat jatuh terbesar pada 2018 dan 2019 melibatkan Boeing 737 Max 8. Selain Ethiopian Airlines, kecelakaan serupa terjadi pada Oktober 2018 yakni maskapai Lion Air JT 610 yang jatuh di Laut Jawa. Dari kedua kecelakaan ini korban tewas mencapai 346 orang.

To70 menyatakan, industri penerbangan sebenarnya melakukan upaya besar pada 2019 berfokus pada ancaman masa depan, seperti drone. Namun kecelakaan Boeing Max 8 mengingatkan kembali akan rawannya penerbangan sipil.

Isu yang menjadi perhatian dalam dua kasus kecelakaan ini adalah, pesawat yang dirancang dan dibangun dengan baik serta diterbangkan oleh kru berpengalaman tak luput dari potensi jatuh.

Sebanyak 157 orang tewas dalam kecelakaan Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan 302, menyumbang lebih dari setengah angka kematian kecelakaan udara pada 2019 di seluruh dunia. Kecelakaan lainnya melibatkan pesawat Fokker-100 Bek Air Kazakhstan yang jatuh pada pekan lalu sesaat setelah lepas landas.

Selama 2 dekade terakhir, kematian penerbangan di seluruh dunia menurun drastis, bahkan di saat intensitas perjalanan meningkat.

Sementara itu dunia penerbangan mencapai rekor teraman pada 2017, di mana hanya dua kecelakaan fatal secara global melibatkan pesawat turboprop dengan korban tewas 13. Di tahun itu tidak ada kecelakaan fatal pada pesawat komersial besar.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut