Korban Tewas Gempa Myanmar Tembus 3.000 Orang, Ratusan Lainnya Hilang
Stasiun televisi Myanmar melaporkan, meski negaranya porak-poranda, pemimpin junta militer Jenderal Min Aung Hlaing hari ini terbang ke Thailand untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi.
Ini adalah kunjungan luar negeri seorang pemimpin meninggalkan negaranya saat kondisi sedang parah.
Dia juga memberlakukan gencatan senjata sepihak dengan para pemberontak pada Rabu kemarin, berlaku selama 20 hari. Tujuannya agar perhatian pemerintahan militer fokus dalam mendukung penanganan pasca-gempa.
Namun dia memperingatkan akan membalas jika pemberontak melancarkan serangan.
Aliansi yang terdiri atas beberapa kelompok pemberontak besar lebih dulu mengumumkan gencatan senjata pada 1 April untuk membantu upaya kemanusiaan.
Gempa Myanmar juga menimbulkan kerusakan serta memakan korban jiwa di Thailand. Tim SAR yang mencari korban yang tertimbun reruntuhan gedung 33 lantai di Bangkok.
Tim penyelamat menggunakan bor mekanis dan buldozer menghancurkan 100 ton beton guna mencari korban yang masih hidup. Sejauh ini 15 orang ditemukan dalam kondisi tewas dan 72 lainnya masih hilang. Para korban tersebut adalah pekerja konstruksi bangunan tersebut.
Jika ditotal jumlah korban tewas akibat gempa tersebut di seluruh Thailand mencapai 22 orang.
Editor: Anton Suhartono