Konflik dengan Amerika, Kolombia Borong 17 Jet Tempur Gripen Swedia Senilai Rp71 Triliun
Pemimpin Kolombia itu terlibat saling serang dengan Presiden AS Donald Trump. Dia menuduh tujuan utama pengerahan pasukan AS di Karibia adalah untuk merebut kekayaan minyak Venezuela dan mengganggu stabilitas Amerika Latin.
Pembelian pesawat tempur ini dilakukan di tengah kekhawatiran Kolombia dan sebagian besar negara Amerika Latin lain di tengah meningkatnya kehadiran militer AS di kawasan.
AS mengklaim telah melakukan 20 serangan terhadap kapal-kapal penyelundup narkoba sejak September lalu, menewaskan sekitar 80 orang. Semua serangan main hakim sendiri itu dilakukan di perairan internasional, Karibia maupun Pasifik Timur.
Para pemimpin Amerika Latin, pakar hukum, dan kelompok HAM menuduh AS melakukan pembunuhan di luar hukum terhadap orang-orang yang seharusnya diadili jika memang dicurigai melanggar hukum terkait penyelundupan narkoba.
Trump juga menuduh Petro dan mitranya dari Venezuela, Nicolas Maduro, terlibat dalam perdagangan narkoba di kawasan, klaim yang dibantah keras oleh kedua pemimpin.
Dia sejak lama menuduh Maduro dari Venezuela menyelundupkan narkoba dan baru-baru ini menyebut Petro sebagai "gembong narkoba" karena tingginya produksi kokain di Kolombia.
Trump juga telah mencabut bantuan keuangan untuk Kolombia dan menghapusnya dari daftar negara yang dianggap sebagai sekutu dalam memerangi perdagangan narkoba internasional.
Editor: Anton Suhartono