Koin Sen Superlangka dari Abad Ke-17 Ini Sekarang Berharga Rp4,24 Miliar
Pengadilan Umum Massachusetts pada 1652 menunjuk Hull dan asistennya, Robert Sanderson, sebagai mintmaster (pembuat koin) Boston. Mereka berdua bertanggung jawab untuk memproduksi koin perak pertama di Amerika Utara.
Tempat pembuatan koin mereka kemudian ditutup pada 1682, lantaran keduanya dianggap berkhianat oleh Raja Charles II, demikian pernyataan rumah lelang Morton & Eden.
Koin itu memiliki desain dasar dengan inisial NE (singkatan dari New England) di satu sisinya. Sementara, angka Romawi XII (untuk 12) di sisi lainnya menunjukkan jumlah sen dalam satu shilling pada masa itu.
Ahli koin dan detektor logam di Warwick, Rhode Island, Jim Bailey, menyebut koin shilling itu sebagai penemuan fenomenal.
“Koin itu memiliki daya tarik mata yang luar biasa. Sebab hanya ada sekitar 40 koin seperti itu, spesimen ini bisa disebut yang paling terkenal,” kata Bailey, Rabu (20/10/2021).