Kisah Shaban Al Dalou, Remaja Gaza Hafal Alquran yang Dibakar Hidup-Hidup oleh Tentara Israel
“Tidak ada tempat yang aman di Gaza,” kata Shaban, berbicara ke kamera ponsel dari tenda darurat, seperti dilaporkan Al Jazeera.
Dalam video lain, Shaban berbicara mengenai sulitnya mendapatkan makanan karena pasukan Israel menutup akses Gaza bagian tengah dengan wilayah lainnya. Kondisi itu memaksa warga harus mencari makan sendiri.
Pada kesempatan lain, Shaban merekam sendiri saat mendonorkan darah di Rumah Sakit Syuhada Al Aqsa yang telah dibom Israel pada tahun lalu.
“Kami melihat begitu banyak korban luka, banyak anak-anak sangat membutuhkan darah. Yang kami tuntut hanyalah gencatan senjata dan tragedi ini berakhir," kata Shaban, dalam video.
Dia juga meminta sumbangan untuk membantu keluarganya mengungsi ke Mesir.
"Saya mengurus keluarga karena saya yang tertua," katanya, seraya menambahkan orang tua, dua adik perempuan, dan dua adik laki-lakinya telah mengungsi lima kali sebelum tinggal di halaman RS Al Aqsa.