Kisah Profesor Singapura Terkesan dengan Komandan KRI Nanggala Letkol Heri Oktavian
"Dia adalah seorang mahasiswa pekerja keras dan berdedikasi, pandai berbicara, dan melibatkan diri. Yang terpenting, dia rendah hati dan sangat bangga atas pengabdiannya bagi negara. Setelah lulus, dia mengirim surat perpisahan serta berharap bisa berhubungan lagi suatu hari nanti dalam kapasitas sebagai profesional," tutur Mukherjee, dikutip dari The Straits Times, Senin (26/4/2021).
Dosen RSIS lainnya yang juga koordinator program Studi Strategis MSc, Bernard Loo, juga punya kesan mendalam tentang Heri.
Koordinator program Studi Strategis MSc itu memuji kedisiplinan Heri dalam berpakaian. Itulah yang membedakannya dengan mahasiswa lain.
“Tidak peduli latar belakang, mahasiswa biasanya datang mengenakan pakaian santai dan kasual, entah itu kaos atau celana pendek bermuda, tapi Heri selalu datang mengenakan celana panjang dan kemeja dengan sepatu kulit. Meski sebagai anggota fakultas kami selalu mendesak para mahasiswa memanggil kami dengan nama depan, dia selalu memanggil kami 'Sir' atau dalam bahasa Indonesia 'Pak'," kata Loo.
Hal lain yang membuat Loo terkenang adalah setelah kuliah Heri yang dikenal pendiam itu sering menemuinya lagi untuk berdiskusi lebih lanjut.
"Dia ingin memaksimalkan perkuliahan selama di sini. Dia sangat sopan dan hormat, Anda bisa lihat teman-teman sangat mengaguminya," tutur Loo.
Editor: Anton Suhartono