Kisah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, dari Menduduki Kekuasaan hingga Kabur ke Uni Emirat
Selain itu, pada awal Agustus saat Taliban mulai merebut kota demi kota, Ghani mengatakan tak ingin bernasib sama dengan mantan Raja Amanullah Khan yang turun takhta lalu melarikan diri ke India pada 1929.
"Saya tidak akan lari. Saya tidak akan mencari tempat aman dan saya akan mengabdi untuk rakyat," ujarnya, di sebuah acara di Kabul.
Namun ketika Taliban masuk Kabul, Ghani kabur yang mengundang kecaman dari dalam maupun luar negeri. Dia pun semakin terisolasi.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump membuka dialog dengan Taliban dalam upaya mengakhiri perang sehingga bisa menarik pasukannya dari Afghanistan. Ironisnya, Trump tak melibatkan Ghani dalam pembicaraan itu.
Trump ingin menarik pasukannya dari Afghanistan dengan imbalan jaminan keamanan untuk Afghanistan dari Taliban. Lalu pemerintahan Joe Biden melanjutkan dengan benar-benar menarik sepenuhnya pasukan AS, paling lambat pada 31 Agustus.
Keputusan Biden justru membuka jalan bagi Taliban untuk merebut satu per satu kota penting sejak Mei atau saat penarikan pasukan AS dimulai. Puncaknya Taliban memasuki Kabul pada 15 Agustus dan merebut pemerintahan.
Ghani menolak seruan mundur namun dia sepakat dibentuknya pemerintah transisi sebelum Taliban mengambil alih sepenuhnya.
Editor: Anton Suhartono