Kisah Kanibal Tentara Jepang pada Perang Dunia 2, George HW Bush Nyaris Jadi Korban
Seorang sejarawan Yuki Tanaka mengatakan, kanibalisme sering kali merupakan aktivitas sistematis yang dilakukan seluruh regu yang berada di bawah komando perwira. Ini sering kali disertai pembunuhan untuk tujuan mengamankan mayat.
Setelah perang, banyak tentara Jepang mengklaim mereka hanya memakan daging manusia karena kelaparan. Namun dalam banyak kasus, ada motif berbeda.
Praktik Mahasiswa Kedokteran
Pada 1945, seorang mahasiswa kedokteran tahun pertama, Toshio Tono, berdiri di aula Universitas Kekaisaran Kyushu. Dia menyaksikan dua tahanan tentara AS yang ditutup matanya dibawa ke laboratorium patologi.
“Saya bertanya-tanya apakah sesuatu yang tidak menyenangkan akan terjadi pada mereka, tapi saya tidak tahu itu akan menjadi seburuk itu,” kata Tono, kepada surat kabar Inggris, The Guardian, pada 2015.
Kedua pria yang ditutup mata tersebut merupakan kru pesawat pengebom B-29. Mereka dalam kondisi terluka setelah ditangkap. Mereka dituntun sebagai modal keyakinan akan mendapat perawatan atas luka-luka tersebut.
Namun apa yang disaksikan Tono merupakan pemadangan mengerikan. Dua tentara itu dijadikan praktik kedokteran dengan disuntikkan air laut. Tujuannya untuk mengetahui apakah air laut bisa menjadi larutan garam untuk sterilisasi. Satu tahanan lain bahkan diperlakukan lebih kejam lagi di mana ada bagian organnya yang diambil.
“Eksperimen ini sama sekali tidak memiliki manfaat medis. Mereka dimanfaatkan untuk dibunuh sekejam mungkin," ujarnya.
Editor: Anton Suhartono