Kisah Jatuhnya Pesawat Pengebom AS B-52, 2 Bom Nuklir Hantam Tanah
JAKARTA, iNews.id - Pesawat pengebom Amerika Serikat (AS) B-52 Stratofortress pernah mengalami kecelakaan saat membawa bom nuklir. Peristiwa itu terjadi pada Januari 1961 di Kota Goldsboro, Carolina Utara.
Saat itu pesawat membawa dua bom nuklir Mark 39 yang tiba-tiba mengalami permasalahan saat mengisi bahan bakar di udara. Bom tersebut diperkirakan mempunyai kekuatan 200-300 kali lebih kuat dari bom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki. Beruntung, kedua bom tidak meledak meski menghujam tanah.
Saat kejadian, komandan pesawat, Walter S Tulloch, memerintahkan kru untuk melontarkan diri dari ketinggian 9.000 kaki. Lima prajurit berhasil keluar dan mendarat dengan selamat, sementara dua orang tewas.
Diketahui, pesawat B-52 yang berbasis di Pangkalan Angkatan Udara Seymour Johnson di Goldsboro itu sedang dalam misi peringatan 4 jam Operation Coverall di pesisir Atlantik. Operasi tersebut adalah bagian dari program Perang Dingin yang disebut Single Integrated Operational Plan (SIOP) I.
Pembangkit Tenaga Nuklir Ukraina Dibombardir, Sekjen PBB: Serangan Bunuh Diri
Pada tengah malam 24 Januari 1961, pesawat pengebom hendak mengisi bahan bakar di pesawat tanker. Ketika proses penyambungan, kru pesawat tanker memberi tahu komandan pesawat B-52 bahwa pesawatnya mengalami kebocoran di sayap bagian kanan.