Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Parlemen Israel Bubar, Nasib Netanyahu Tak Jelas
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Einstein Kutuk Zionisme, Tolak Jadi Presiden Israel, Samakan Partai Yahudi dengan Nazi

Senin, 07 Juni 2021 - 16:30:00 WIB
Kisah Einstein Kutuk Zionisme, Tolak Jadi Presiden Israel, Samakan Partai Yahudi dengan Nazi
Albert Einstein. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

“Saat meneliti pandangan Einstein, saya menemukan surat-suratnya yang lain, yang kurang terkenal, tetapi mungkin jauh lebih mengungkapkan daripada yang lain yang telah dia tulis tentang masalah Palestina,” tulis Ridley dalam artikelnya.

Surat itu sangatlah singkat, hanya terdiri atas 50 kata. Dalam surat itu, Einstein juga memberikan peringatan tentang malapetaka terakhir yang dihadapi Bangsa Palestina di tangan kelompok teror zionis.

Dear Sir,

When a real and final catastrophe should befall us in Palestine the first responsible for it would be the British and the second responsible for it the Terrorist organizations build up from our own ranks. I am not willing to see anybody associated with those misled and criminal people.

Sincerely yours,

Albert Einstein.

Terjemahannya kurang lebih seperti ini:

Yang terhormat,

Ketika bencana nyata dan terakhir harus menimpa kita di Palestina, yang pertama bertanggung jawab untuk itu adalah Inggris dan yang kedua bertanggung jawab untuk itu organisasi-organisasi Teroris yang membangun (itu) dari barisan kita sendiri. Saya tidak ingin melihat siapa pun yang terkait dengan orang-orang yang tersesat dan para kriminal itu.

Hormat saya,

Albert Einstein.

Surat itu diketik Einstein ditujukan kepada Shepard Rifkin selaku direktur eksekutif American Friends of the Fighters for the Freedom of Israel, yang berbasis di New York. Kelompok itu awalnya diluncurkan untuk mempromosikan ide-ide anti-Inggris yang dicetuskan Stern Gang. Namun, mereka kemudian juga mengumpulkan uang di Amerika untuk membeli senjata yang digunakan untuk mengusir Inggris dari Palestina. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut