Kisah Dokter di Gaza Terpaksa Tumpuk Jenazah Korban Serangan Israel di Truk Es Krim
GAZA, iNews.id - Para dokter di Gaza terpaksa menggunakan truk es krim untuk mengawetkan jenazah korban serangan Israel. Penyebabnya, fasilitas penyimpanan jenazah di rumah sakit sudah penuh.
Yasser Ali, dokter Rumah Sakit Al Shifa Gaza, memperlihatkan pemandangan memilukan itu setelah membuka pintu mobil es krim. Di dalam truk boks tergeletak beberapa jenazah yang sudah ditutup kain kafan. Di kain kafan itu ditulis identitas jenazah menggunakan spidol biru.
“Kami membawa truk es krim dari pabrik untuk mengawetkan sejumlah besar jenazah yang diterima rumah sakit setiap hari,” katanya.
Bahkan jumlah jenazah yang dimasukkan ke dalam truk yang dilengkapi freezer itu melebihi kapasitas.
Korban Tewas Serangan Israel di Gaza Tembus 7.000 Orang, Hampir 3.000 Anak-Anak
Selain di truk, lanjut dia, ada 20 sampai 30 jenazah ditempatkan di tenda di luar setiap hari.
Banyak warga yang terbunuh akibat kebrutalan pasukan Israel. Semua rumah sakit Gaza tak mampu menerima semua jenazah tersebut. Para jenazah ditahan di rumah sakit untuk identifikasi karena kondisi mereka yang sulit dikenali.
Menlu Retno di DK PBB: Segera Setop Perang, Buka Akses Kemanusiaan di Gaza
“Begitu banyak mayat bertumpuk di truk-truk ini. Ini jenazah tak dikenal. Mereka termutilasi sedemikian rupa sehingga tidak ada yang bisa mengenali. Mereka harus dimakamkan dengan layak,” kata Ali.
Dia menegaskan, Gaza sedang mengalami krisis kemanusiaan dan bencana yang nyata.
"Jika perang ini berlanjut, kami tidak akan bisa memakamkan mereka yang meninggal lagi," ujarnya.
Editor: Anton Suhartono