Kim Jong Un Lihat Foto Gedung Putih Hasil Jepretan Satelit Mata-Mata, Apa Maknanya?
SEOUL, iNews.id - Korea Utara (Korut) mulai mendapat hasil dari peluncuran satelit mata-matanya. Setelah mengabadikan gambar Kota Seoul serta pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Korea Selatan (Korsel), Korut menangkap gambar Gegung Putih, Washington DC.
Kantor berita KCNA melaporkan, selain Gedung Putih, pemimpin Korut Kim Jong Un juga melihat foto satelit Gedung Departemen Pertahanan (Pentagon) dan kapal induk AS yang bersandar di pangkalan Angkatan Laut (AL) Norfolk.
Korut pada pekan lalu meluncurkan satelit mata-mata pertamanya. Sejak itu media pemerintah melaporkan satelit tersebut memotret kota-kota tempat pangkalan militer AS, termasuk juga di Guam dan Italia.
Meski sudah membuat pengumuman, Korut belum merilis foto-foto itu ke media. Ini memicu keraguan dan pertanyaan besar di kalangan pemerintahan Barat serta analis, seberapa hebat kemampuan satelit Korut tersebut.
Kim Jong Un Pantau Kota Seoul dan Pangkalan Militer AS Hasil Satelit Mata-Mata
Chad O'Carroll, pendiri NK News, situs berita yang berfokus pada Korut, mengatakan Korut seperti baru mendapat mainan baru yang ingin diperlihatkan kepada orang lain.
"Ingat ketika Anda mendapat mainan yang selalu inginkan saat Natal dan begitu bersemangat hingga ingin memberi tahu semua orang tentang hal itu," kata O'Carroll, dalam posting-an di X.
Korsel Tuding Rusia Bantu Peluncuran Satelit Mata-Mata Milik Korut
Dave Schmerler, pakar citra satelit dari Pusat Studi Nonproliferasi (SSP) James Martin mengatakan, tak ada alasan untuk meragukan satelit tersebut bisa memantau wilayah luas atau kapal perang AS. Menurut dia, kamera beresolusi menengah pun bisa menawarkan kemampuan tersebut.
“Tetapi seberapa bermanfaat foto-foto itu bergantung pada tujuan mereka menggunakannya,” ujarnya.
Korut Rilis Foto Kim Jong Un Lihat Gambar Pangkalan Militer AS Setelah Luncurkan Satelit Mata-Mata
Namun agar satelit-satelit beresolusi menengah bisa lebih berguna untuk mengawasi suatu konflik, kata dia, Korut masih perlu meluncurkan lebih banyak lagi. Dengan begitu, satelit bisa lebih sering melintasi wilayah-wilayah penting untuk mengabadikan kondisi.
“Ini adalah lompatan besar bagi mereka untuk bergerak dari nol menuju sesuatu, tapi sampai bisa benar-benar melihat foto yang mereka kumpulkan, kita masih berspekulasi mengenai kasus penggunaannya,” ujarnya.
Editor: Anton Suhartono