Ketua KPK Malaysia Tersandung Kasus Saham Rp3,4 Miliar: Saya yang Minta Diselidiki
KUALA LUMPUR, iNews.id - Ketua Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) Azam Baki siap bekerja sama dengan tim khusus atau komite yang akan menyelidikinya terkait tuduhan kepemilikan saham di perusahaan publik melebihi batas yang ditentukan.
Azam juga akan menyerahkan dokumen yang dibutuhkan untuk penyelidikan.
“Mereka bisa menjalankan tanggung jawab dan saya siap memberikan dokumen atau pernyataan apa pun yang mereka butuhkan. Tidak ada yang perlu disembunyikan,” katanya, seperti dikutip dari The Star, Minggu (15/2/2026).
Dia menambahkan, dokumen pribadi, seperti berkas-berkas perbankan, juga akan ditunjukkan langsung kepada komite.
“Dokumen pribadi, seperti dokumen bank, akan saya tunjukkan kepada mereka, tapi tidak kepada mereka yang tidak terlibat (dalam tim). Mengenai siapa yang akan menjadi bagian dari komite, saya serahkan kepada pemerintah," tuturnya.
Eks PM Malaysia Najib Razak Total Divonis 165 Tahun Penjara Buntut Megakorupsi
Jaksa Agung Mohd Dusuki Mokhtar akan memimpin komite investigasi khusus yang dibentuk untuk menyelidiki kasus kepemilikan saham Zaki.
Menurut Zaki, permintaan penyelidikan datang dari darinya guna memastikan apakah dirinya bersih atau tidak.
Najib Razak Divonis 15 Tahun Penjara dan Denda Rp47 Triliun
“Saya yang meminta untuk diselidiki,” ujarnya.
Soal tuduhan bahwa MACC bekerja sama dengan “mafia korporasi”, dia menegaskan tuduhan tersebut bisa dilaporkan ke pihak berwenang dengan mengajukan bukti-bukti.
KPK Malaysia Periksa Mahathir Mohamad
“Jika mereka ingin menggunakan informasi yang belum diverifikasi, itu terserah mereka. Jika ada yang ingin mengajukan laporan polisi, silakan saja,” katanya.