Kesal Dimintai Uang, Driver Ojek Tewas Bakar Diri di Kantor Polisi
KAMPALA, iNews.id - Seorang driver ojek sepeda motor di Uganda nekat bunuh diri dengan cara membakar tubuhnya di kantor polisi, Kamis (2/7/2020).
Pria bernama Hussein Walugembe itu ditangkap polisi atas tuduhan melanggar pembatasan terkait wabah virus corona. Sepeda motornya pun ditahan.
Dikutip dari Reuters, Sabtu (4/7/2020), Hussein dimintai uang sebagai syarat agar sepeda motornya bisa keluar. Sebenarnya motor harus diserahkan begitu pelanggar menyelesaikan hukuman, namun petugas mempersulit dengan meminta uang suap.
Kasus ini beredar luas di masyarakat Uganda dan memicu kemarahan. Warga gerah dengan penyalahgunaan oleh petugas keamanan serta maraknya pemukulan dan pemerasan yang dikaitkan dengan pembatasan wabah Covid-19.
WHO Khawatirkan Cepatnya Penularan Virus Corona di Afrika, 100.000 Orang dalam 18 Hari
Juru bicara kepolisian daerah Nsubuga Mohammed mengatakan, Hussein ditahan pada Selasa lalu karena melanggar jam malam dengan membawa penumpang.
Pada Kamis, Hussein datang ke kantor kepolisian lalu lintas Kota Masaka untuk mengambil sepeda motornya. Namun dia frustrasi karena petugas menolak memberikan sepeda motor kecuali dibayar.
Infeksi Covid-19 di Afrika 41.330 Kasus, 1.701 Orang Meninggal
Karena terus ditolak, dia menyiram tubuhnya dengan bensin dari botol yang dia kantongi di jaket, lalu menyulutkan api.
Setelah tubuhnya terbakar, dia berusaha memeluk polisi yang meminta uang tersebut agar terbakar bersama, namun gagal.
"Dia berusaha menangkap petugas itu agar mereka mati bersama, tapi polisi lari dengan mengalami luka bakar ringan,” kata Nsubuga.
Polisi sedang menyelidiki tuduhan pemerasan dan penyuapan tersebut. Dua petugas yang menangani Hussein sudah ditangkap.
Uganda termasuk negara Afrika dengan kasus virus corona rendah. Jumlah kasus sampai saat ini tak sampai 1.000 orang, tanpa satu pun korban meninggal.
Pemerintah Uganda telah melonggarkan jam malam, namun di beberapa daerah masih diberlakukan.
Editor: Anton Suhartono