Kereta Gantung Jatuh, 1 Anak Selamat karena Pelukan Terakhir Ayah
TURIN, iNews.id - Seorang anak usia 5 tahun asal Israel selamat dalam tragedi jatuhnya kereta gantung di puncak Gunung Mottarone, dekat Danau Maggiore, pada 23 Mei. Dia berhasil selamat karena pelukan erat ayahnya saat kereta gantung tersebut jatuh.
Eitan Biran (5) menjadi korban selamat dalam peristiwa tersebut. Sementara ibu, ayah, dan saudara perempuannya tewas dalam kecelakaan itu.
Rumah sakit Regina Margherita di Turin, Italia mengatakan, pelukan terakhir dari ayah melindungi korban dari dampak kecelakaan tersebut.
"Ayah memiliki tubuh yang kokoh, mungkin pelukan terakhir itu melindungi anak dari kematian," kata seorang sumber seperti dikutip di media online Italia, TGCOM24.
Kereta Gantung Jatuh, 5 Warga Israel Tewas
Bibi Eitan yang juga saudara perempuan ayahnya, Aya Biran, tiba di rumah sakit pada Minggu malam dan meminta doa untuk keponakannya.
“Saya mengetahui apa yang terjadi dari pesan WhatsApp. Saya mulai menerima begitu banyak ungkapan bela sungkawa dan saya tidak mengerti mengapa," katanya.
Dikutip dari surat kabar Italia La Stampa, Eitan dilaporkan menanyakan keberadaan ibunya setibanya di rumah sakit. Saat itu, dia dalam kondisi sadar namun sangat kesakitan.
Ibunya, Tal Peleg (27), tewas dalam kecelakaan itu bersama ayah Eitan, Amit Biran (30) dan saudara perempuannya, Tomer (2).
Korban saat ini diintubasi dan dibius setelah mengalami cedera kepala. Dalam kecelakaan itu, 14 dari 15 orang di dalam kabin kereta gantung tewas.
Editor: Umaya Khusniah