Keputusan Langka, Dewan Keamanan PBB Cabut Sanksi untuk Presiden Suriah Al Sharaa
"Tidak masuk akal, seorang kepala negara tetap dikenakan sanksi, di saat mempertahankan hubungan yang luas dengan semua negara yang terlibat," ujarnya, menambahkan.
Sharaa melanjutkan, Suriah telah berhasil membangun konsensus di kalangan negara-negara yang selama ini jarang mencapai kesepakatan saat menghadapi isu-isu global.
Dia menyebut langkah tersebut sebagai tanda positif yang bisa menjadi awal dari penyelesaian banyak kobflik yang belum terselesaikan di seluruh dunia.
Selain itu Sharaa juga memuji beberapa negara yang mendukungan upaya diplomatik hingga berujung pada pencabutan sanksi terhadapnya. Negara-negara itu adalah Arab Saudi, Turki, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Yordania.
Lebih lanjut dia berharap bisa membahas masa depan hubungan Suriah dengan Amerika Serikat (As) dengan Presiden Donald Trump saat berkunjung ke Gedung Putih pada Senin mendatang.
Sharaa dan delegasi Suriah berada di Belem, Brasil, untuk menghadiri sesi pertemuan kepala negara COP30. Ini menandai pertama kalinya seorang presiden Suriah berpartisipasi dalam konferensi iklim PBB sejak dimulai pada 1995.
Editor: Anton Suhartono