Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Israel Perkirakan Perang Lawan Iran Kelar 3 Minggu Lagi
Advertisement . Scroll to see content

Keok di Medan Perang, Drone Tempur MQ-9 Reaper AS Jadi Bulan-bulanan Iran 

Selasa, 17 Maret 2026 - 06:56:00 WIB
Keok di Medan Perang, Drone Tempur MQ-9 Reaper AS Jadi Bulan-bulanan Iran 
Militer Amerika Serikat (AS) kehilangan sekitar 12 drone tempur MQ-9 Reaper sejak dimulai (Foto: APlainya operasi melawan Iran pada 28 Februari lalu.
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Militer Amerika Serikat (AS) kehilangan sekitar 12 drone tempur MQ-9 Reaper sejak dimulainya operasi melawan Iran pada 28 Februari lalu.

Surat kabar The Wall Street Journal, mengutip pernyataan sumber pejabat militer AS, drone yang per unitnya seharga 34 juta dolar atau sekitar Rp576,7 miliar tersebut hancur, baik akibat ditembak jatuh atau terkena serangan rudal atau drone saat diparkir di lapangan terbang.

Laporan yang sama mengungkap, satu MQ-9 Reaper lainnya hilang akibat tembakan dari teman sendiri. Drone tersebut ditembak jatuh oleh negara Teluk.

Namun, banyaknya MQ-9 Reaper yang hancur tidak membuat Departemen Pertahanan (Pentagon) menarik kendaraan tanpa awak itu dari misi.

Menurut WSJ, militer AS telah menerbangkan lebih dari 10 drone tempur sekaligus di atas Iran saat berusaha menghancurkan kemampuan rudal balistik Iran serta aset lainnya.

AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel awalnya mengklaim serangan "preemptif" diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran. Namun keduanya mengubah tujuannya, yakni ingin menggulingkan rezim Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas pada hari pertama operasi militer. Republik Islam Iran menyatakan 40 hari masa berkabung.

Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional. Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk operasi AS-Israel dan menyerukan deeskalasi segera dan penghentian permusuhan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut