Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pabrik Patungan Krakatau Steel dan Osaka Steel Jepang Tutup Operasi di RI, Ini Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Kenapa Warga Jepang Jarang Pakai Mobil Pribadi?

Jumat, 21 Maret 2025 - 14:41:00 WIB
Kenapa Warga Jepang Jarang Pakai Mobil Pribadi?
Alasan kenapa orang Jepang jarang pakai mobil pribadi, bukan sekadar transportasi umum memadai tapi ada faktor lain (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

Sementara di Amerika Serikat (AS), angkanya sekitar 800 mobil per 1.000 orang. 

Namun kebanyakan warga Jepang tak menggunakan mobil untuk aktivitas sehari-hari, melainkan untuk bepergian jauh. Selain itu mereka hanya menggunakan mobil untuk keperluan penting dan mendesak. Misalnya bepergian dengan keluarga, cuaca hujan, musim dingin, dan lainnya.

Kenapa Orang Jepang Jarang Pakai Mobil Pribadi?

Salah satu alasan mengapa orang Jepang jarang menggunakan mobil pribadi adalah lebar jalan di negara itu yang lebih kecil dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya.

Sekitar 35 persen jalan di Jepang tidak cukup lebar untuk dilintasi satu mobil. Selain itu 86 persen jalan di Jepang tidak cukup lebar untuk mobil bisa berhenti, karena bisa menghalangi kendaraan di belakangnya.

Belum cukup, sebanyak 95 persen jalan di Jepang tidak memiliki fasilitas parkir di kedua sisinya.

Rata-rata pemilik mobil di Jepang berkendara sekitar 6.000 kilometer per tahun. Angka itu masih jauh dibandingkan dengan Amerika Serikat (AS), atau hanya sepertiganya. 

Penyebab lain, biaya operasional untuk menggunakan mobil cukup tinggi karena tak ada subsidi pemerintah. Sebut saja jalan tol, Jepang memiliki beberapa jalan tol dengan tarif termahal di dunia. Tarif rata-rata tol di Jepang sekitar 3.000 yen sekitar Rp310.000 per 100 kilometer.

Selain itu harga bahan bakar fluktuatif, mengikuti harga minyak dunia, karena tak disubsidi pemerintah.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut