Keluarga Ungkap Kejanggalan Meninggalnya Diego Maradona, Jaksa Gelar Penyelidikan
Sementara itu terkait beberapa kejanggalan ini, Kejaksaan Buenos Aires membuka penyelidikan, "Diego Maradona, penentuan penyebab kematian". Meski demikian, seorang sumber di kejaksaan menegaskan belum ada indikasi atau kecurigaan unsur kelalaian dalam kematian Maardona.
"Kasus ini dimulai karena dia meninggal di rumah dan tidak ada yang menandatangani akta kematiannya. (Namun) Ini tidak berarti ada kecurigaan atau penyimpangan," kata sumber pengadilan.
Dia menambahkan, kejaksaan masih menunggu hasil uji toksikologi terhadap jenazah Maradona.
Selain itu tiga jaksa yang menangani kasus ini sudah meminta catatan medis pria 60 tahun itu serta rekaman CCTV di sekitar kediaman Maradona.
Seorang perawat yang tak disebutkan identitasnya menjadi orang terakhir yang melihat Maradona dalam kondisi hidup untuk terakhir kali, yakni pada Rabu pagi.
"Dari pernyataannya dapat dipastikan dia merupakan orang terakhir yang melihat (Maradona) hidup sekitar pukul 06.30," kata sumber.
Sang legenda meninggal saat menjalani perawatan lanjutan untuk memulihkan kondisinya pascaoperasi pengangkatan gumpalan di otak pada awal November.
Editor: Anton Suhartono