Kekurangan Tentara, Israel Bakal Rekrut Yahudi Luar Negeri untuk Perang di Gaza
Army Radio melaporkan IDF mengincar komunitas-komunitas besar Yahudi di luar negeri untuk perekrutan, khususnya di Amerika Serikat dan Prancis. Tujuannya menambah sekitar 700 personel setiap tahun.
Kekurangan ini telah memperparah masalah bagi angkatan bersenjata Israel, termasuk peralatan dan sistem cadangan yang terbebani oleh pertempuran berbulan-bulan di Gaza.
Banyak prajurit cadangan melaporkan masalah psikologis dan kelelahan yang terkait dengan perang.
Ribuan Yahudi ultra-ortodoks berdemonstrasi di penjuru Israel pada Rabu (20/8/2025). Massa memprotes kebijakan wajib militer untuk dikirim perang ke Jalur Gaza. Selain itu mereka mengecam penangkapan anggota kelompok Haredi yang mangkir dari tugas militer.
Dalam beberapa hari terakhir, polisi Israel menangkap beberapa mahasiswa Yahudi ultra-ortodoks yang menghindari wajib militer, meskipun belum ada angka resmi yang dirilis.
Surat kabar Yedioth Ahronoth yang dikelola kelompok Haredi melaporkan, kalangan ultra-ortodoks juga melakukan aksi mogok untuk memprotes "penganiayaan terhadap dunia Taurat".
Komunitas Ultra-ortodoks terus memprotes wajib militer menyusul putusan Mahkamah Agung pada 25 Juni 2024 yang mewajibkan mereka mendaftar. Israel juga melarang bantuan keuangan kepada lembaga-lembaga keagamaan Yahudi yang para mahasiswanya menolak berperang.
Editor: Anton Suhartono