Kekuatan Militer Thailand Jauh di atas Kamboja, Apa yang Terjadi jika Konflik Panjang?
Sebaliknya, Kamboja bahkan tidak memiliki jet tempur, hanya mengandalkan helikopter Mi-17 dan Z-9 untuk transportasi dan misi serba guna.
Dalam konflik terbaru, jet tempur Thailand diketahui menyerang posisi militer Kamboja, sementara Kamboja hanya bisa merespons dengan roket Grad, senjata artileri darat yang jangkauannya terbatas dan tidak presisi. Selain itu Kamboja tak memiliki sistem pertahanan udara yang mumpuni untuk melumpuhkan jet-jet tempur Thailand.
Kekuatan Laut Juga Jomplang
Ketimpangan serupa juga terlihat di angkatan laut. Thailand memiliki satu kapal induk, tujuh fregat, dan 68 kapal patroli, sementara Kamboja hanya mengoperasikan 13 kapal patroli dan satu kapal pendarat.
Korps marinir Thailand juga jauh lebih besar, dengan 23.000 personel dibandingkan 1.500 marinir Kamboja. Armada amfibi dan drone laut Thailand memungkinkan mereka melakukan serangan dari berbagai lini, kemampuan yang tidak dimiliki Kamboja sama sekali.
Jika Perang Skala Penuh Pecah, Siapa yang Menang?
Secara matematis dan logistik, Thailand memiliki potensi untuk memenangkan perang konvensional dalam waktu relatif singkat, apalagi dengan dukungan sistem senjata dan pelatihan yang terstandarisasi NATO karena hubungan erat dengan Amerika Serikat.