Kebakaran Kapal Tanker Angkut 270.000 Ton Minyak di Laut Sri Lanka Dipadamkan
Sekitar 10 tenaga profesional asal Inggris dan Belanda yang memiliki keahlian di bidang operasi penyelamatan, evaluasi bencana, dan konsultasi hukum, tiba Minggu pagi.
Perusahaan Belanda Smit Salvage menugaskan para ahli serta mengirim dua kapal tunda dari Singapura dan Mauritania. Selain memeriksa kondisi kapal, para ahli mengupayakan agar minyak tidak tumpah ke laut karena membahayakan ekosistem. Penjaga pantai India mengerahkan enam kapal serta masing-masing satu pesawat dan helikopter. Kapal pengendali polusi juga dikerahkan.
Kapal New Diamond mengalami retak sekitar 10 meter pada lambung akibat panas yang menyengat. Namun pihak berwenang memastikan keretakan itu tidak menimbulkan kebocoran dan dianggap bukan kerusakan yang mengancam.
Badan Perlindungan Lingkungan Laut Sri Lanka bersiap mengambil tindakan hukum terhadap pemilik kapal, Porto Emporios Shipping Inc yang berbasis di Liberia jika terjadi kebocoran.
Ukuran New Diamond lebih besar dari kapal Jepang MV Wakashio yang menabrak terumbu karang di Mauritania pada Juli lalu, menyebabkan lebih dari 1.000 ton minyak tumpah ke perairan negara kepulauan itu.
Editor: Anton Suhartono