Kebakaran Apartemen Hong Kong, Permainan Nakal Kontraktor Jadi Penyebab 151 Nyawa Melayang
Scaffolding Bambu Percepat Api Menjalar
Apartemen Wang Fuk Court sedang menjalani renovasi sejak Juli 2024, lengkap dengan penggunaan scaffolding bambu, metode tradisional yang masih umum digunakan di Hong Kong. Namun dalam insiden kali ini, bambu justru menjadi salah satu pemicu utama cepatnya penyebaran api secara vertikal.
Api mulai berkobar pada Rabu sore dan baru bisa dipadamkan setelah 43 jam upaya pemadaman tanpa henti.
151 Tewas, 40 Masih Hilang
Hingga Senin (1/12/2025) malam, jumlah korban tewas mencapai 151 orang, sementara 79 lainnya terluka. Meski pihak berwenang sempat menyatakan 159 penghuni masih hilang, data itu direvisi karena dianggap tidak valid.
Namun, Kepala Unit Penyelidikan Kepolisian Hong Kong Tsang Shuk Yin menegaskan sekitar 40 orang masih benar-benar belum ditemukan, menandakan kacaunya data penghuni di kompleks tersebut.
Penangkapan 14 Pelaku Proyek Renovasi
Sejumlah pihak yang terlibat dalam proyek renovasi telah ditangkap, termasuk kontraktor utama, konsultan teknik, serta beberapa subkontraktor. Mereka dianggap bertanggung jawab atas pemasangan jaring non-standar dan dugaan manipulasi inspeksi keselamatan.
Penyelidikan masih terus berlanjut untuk menentukan apakah ada unsur kesengajaan yang lebih besar, termasuk potensi pelanggaran korporasi atau kriminal lainnya.
Editor: Anton Suhartono