KBRI Tokyo Dorong Kerja Sama Pendidikan Perawat Lansia di Prefektur Miyagi Jepang
Perguruan tinggi ini, ujar Yusli Wardiatno, juga menerapkan tes esai saat ujian masuk dan hanya menerima mahasiswa asing yang dipastikan akan ditempatkan di rumah jompo atau panti rehabilitasi setelah menyelesaikan studi.
“Kerja sama pendidikan perawat lansia sangat strategis bagi Indonesia dan Jepang saat ini, karena struktur demografi kedua negara saling mengisi dari sudut pandang kebutuhan perawat lansia," ujar Yusli Wardiatno.
"Indonesia juga dapat belajar dari Jepang bagaimana menyiapkan SDM untuk perawat lansia, sebab bukan tidak mungkin akan menghadapi hal serupa di masa datang,” tutur Atdikbud KBRI Tokyo.
Selain kunjungan ke perguruan tinggi, delegasi KBRI berkesempatan mengunjungi dua panti rehabilitasi yang mempekerjakan siswa Indonesia dari Hachinohe Gakuin sebagai pekerja paruh waktu.
Panti-panti ini merupakan bagian dari SG Group, yang mengelola sekitar 60 panti jompo/rehabilitasi di wilayah Tohoku. Mereka memiliki kerja sama dengan Sendai Ikuei Gakuen dan Japan Indonesia Network dalam penempatan perawat lansia, baik setelah lulus sekolah maupun saat masih sekolah untuk kerja paruh waktu.
Penempatan kerja paruh waktu ini membantu siswa Indonesia dalam beradaptasi di Jepang dan juga menjadi tempat belajar praktis sebelum terjun dalam dunia kerja sebenarnya.
Editor: Agus Warsudi