Kawasan Wisata Phuket Dikuasai Turis Rusia, Warga Thailand Ngamuk
BANGKOK, iNews.id - Banyak warga negara Rusia berdatangan ke Thailand usai perang antara Rusia dan Ukraina pecah pada Februari 2022. Salah satu tujuannya yakni kawasan wisata Phuket Thailand.
Sayangnya, kedatangan mereka tidak dibarengi dengan penegakan aturan yang ketat. Banyak warga Thailand mengeluh bisnis ilegal muncul yang khusus mempekerjakan warga Rusia hingga menggunakan mata uang Rusia, Rubel.
Melansir dari Aljazeera, Rabu (6/9/2023), lebih dari 400.000 warga Rusia tiba di Phuket antara Januari dan Juli 2023. Warga Rusia membuat aplikasi khusus berbahasa Rusia untuk melayani turis.
Warga lokal juga menerima laporan tentang pekerja seks Rusia yang beroperasi di pusat kehidupan malam di Jalan Bangla, Phuket.
Bidik Wisatawan India, Pemda DIY Berharap Ada Penerbangan Langsung ke ThailandÂ
"Kami terpengaruh oleh kedatangan warga Rusia yang datang untuk mengelola seluruh bisnis pariwisata," ujar Prayut Thongmusik, pengelola bus pariwisata Phuket.
Warga Rusia bahkan mematok tarif layanan yang lebih murah dari warga lokal. Selain itu, pekerja ilegal juga sudah banyak ditangkap polisi yang menyebabkan warga marah.
Thaksin Shinawatra Minta Pengampunan Raja Thailand, Berharap Tak Dipenjara
Kepolisian Phuket bulan lalu mengumumkan penangkapan sejumlah pekerja ilegal, beberapa di antaranya dilaporkan oleh penduduk setempat yang marah.
"Kami menangkap tiga warga negara Rusia yang membuka salon rambut setelah mendapat keluhan dari warga negara Thailand," ujar Letnan Kolonel Thongchai Matitam.
Meski demikian, warga Rusia mengaku pelabelan itu tidak adil. Banyak turis yang berpenampilan dan berbahasa Rusia dari negara lain seperti Kazakhstan, Uzbekistan, dan Georgia.
"Bahkan orang yang dilihat oleh orang sebagai penjahat mungkin bukan orang Rusia," ujar Sergey Malinin, warga Rusia yang telah tinggal di Thailand selama 25 tahun
Editor: Muhammad Fida Ul Haq