Kasus Salah Hukum Terulang, Pria Ini Telanjur Dibui 42 Tahun padahal Bukan Pembunuh
Dalam penilaiannya Welsh mengungkapkan, ada bukti yang jelas dan meyakinkan yang merongrong kepercayaan Pengadilan dalam putusan. Tidak ada bukti fisik yang menghubungkan Strickland dengan tempat kejadian dan ternyata seorang saksi kunci telah menarik kesaksiannya sebelum meninggal dunia.
“Dalam kondisi yang unik, kepercayaan pengadilan terhadap vonis Strickland terbantahkan sehingga tidak bisa dipertahankan dan hukuman harus dikesampingkan,” kata Welsh, dalam dokumen penilaiannya, seraya memerintahkan pembebasan segera terpidana.
Jaksa Penuntut Jackson County Jean Peters Baker, yang turut memperjuangkan pembebasan Strickland, juga bergerak cepat dengan membatalkan tuntutan pidana terhadapnya.
"Akhirnya, ini memberikan keadilan kepada seorang pria yang secara tragis sangat menderita sebagai akibat dari keyakinan yang salah," ujarnya.
Strickland divonis bersalah atas tewasnya Larry Ingram (21), John Walker (20), dan Sherrie Black (22) di sebuah rumah di Kota Kansas.
Proses persidangan sebagian besar berfokus pada kesaksian Cynthia Douglas, satu-satunya orang selamat dari penembakan pada 25 April 1978 itu. Dia awalnya mengidentifikasi Strickland sebagai salah satu dari empat pelaku.
Namun muncul keraguan pada Douglas setelah vonis dijatuhkan terhadap Strickland. Namun dia menyembunyikan itu karena takut menghadapi tuduhan sumpah palsu jika mengungkapnya ke publik. Sampai akhirnya, sebelum meninggal, dia secara terbuka menarik kembali pernyataan. Douglas juga sempat mengaku mendapat tekanan polisi untuk menyebut Strickland sebagai pelaku.
Selain itu, dua pria lain yang dijatuhi vonis bersikeras Strickland tidak terlibat. Mereka juga menyebut ada dua pelaku lain yang justru tak masuk dakwaan.
Editor: Anton Suhartono