Kamboja Nominasikan Trump Hadiah Nobel Perdamaian Setelah Damaikan Konflik dengan Thailand
PHNOM PENH, iNews.id - Kamboja menominasikan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai penerima Hadiah Nobel Perdamaian. Trump dianggap berjasa karena mendamaikan Kamboja dengan Thailand dalam konflik perbatasan bulan lalu.
Perdana Menteri Kamboja Hun Manet yang mengusulkan langsung penominasian Trump ke Komite Nobel Norwegia, Rabu (7/8/2025).
Dalam surat tertanggal 7 Agustus, Hun Manet mengatakan kepada Komite Nobel Norwegia, intervensi Trump dalam konflik tersebut membantu mencegah konflik yang berpotensi menghancurkan serta memulihkan perdamaian di sepanjang perbatasan kedua negara.
Dia juga memuji diplomasi Trump yang visioner dan inovatif dalam menyelesaikan konflik.
Terima Kasih Kamboja Cuma Kena Tarif Trump 19%: Jika Tidak, Industri Kami Runtuh
Trump menggunakan ancaman kepada Kamboja dan Thailand untuk menghentikan konflik yakni tak akan merundingkan kesepakatan tarif yang saat itu akan jatuh tempo.
Menang Banyak! Thailand dan Kamboja Cuma Kena Tarif 19% dari Trump
Cara itu yang dipandang sebagai pendorong utama bagi kedua negara untuk menyetujui gencatan senjata yang juga ditengahi Malaysia selaku pemimpin ASEAN. Meski demikian Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menolak anggapan gencatan senjata dipicu faktor eksternal, yakni ancaman Trump.
Kamboja dan Thailand terlibat konflik bersenjata selama 5 hari, melibatkan persenjataan berat hingga jet tempur. Konflik menewaskan puluhan orang serta memaksa lebih dari 300.000 orang di kedua negara mengungsi.
Anwar Ibrahim Tepis Thailand dan Kamboja Berdamai karena Tekanan Donald Trump
Sebelumnya Pakistan juga menominasikan Trump mendapat Hadiah Nobel Perdamaian setelah mendamaikan perang dengan India pada Juni lalu.
Editor: Anton Suhartono