Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Naikkan Level Ancaman Mata-Mata Israel dari Tinggi Menjadi Kritis, Ini Pemicunya
Advertisement . Scroll to see content

Kaleidoskop 2021: Taliban Kuasai Afghanistan Setelah Perang 20 Tahun Lawan AS

Selasa, 28 Desember 2021 - 14:41:00 WIB
Kaleidoskop 2021: Taliban Kuasai Afghanistan Setelah Perang 20 Tahun Lawan AS
Taliban kembali menjadi penguasa di Afghanistan setelah AS menarik semua pasukannya pada Agustus 2021 (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Permintaan dari Taliban agar AS segera mencairkan aset itu tak dipenuhi dengan alasan kelompok itu belum memenuhi permintaan soal jaminan bagi hak-hak perempuan dan minoritas, serta lebih inklusif.

Menteri Luar Negeri Taliban Amir Khan Muttaqi menyampaikan surat terbuka kepada DPR AS bahwa tantangan terbesar yang dihadapi Afghanistan adalah ketidakamanan keuangan.

“Saya menyampaikan pujian kepada Anda dan ingin berbagi beberapa pemikiran tentang hubungan bilateral kita,” kata Muttaqi, seraya menegaskan bahwa 2021 merupakan perayaan 100 tahun pengakuan AS terhadap kedaulatan Afghanistan.

Sementara itu negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) berupaya mencari solusi atas krisis ekonomi dan kemanusiaan di Afghanistan. Hal ini disampaikan dalam pertemuan luar biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada 19 Desember.

Jutaan warga Afghanistan menghadapi kelaparan parah di musim dingin. Kondisi ini perlu direspons secara serius oleh masyarakat internasional. Negara-neara Muslim mengambil inisiatif karena keengganan Barat membantu pemerintahan Afghanistan di bawah Taliban. 

"Jika tak mengambil tindakan segera, Afghanistan menuju kekacauan," kata Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, dalam sambutannya.

Dia menambahkan krisis pengungsi serta ancaman kekerasan oleh ISIS akan memperparah situasi. Pertemuan 2 hari yang diselenggarakan Pakistan ini juga mengikutsertakan perwakilan dari PBB, lembaga keuangan internasional, serta beberapa kekuatan dunia termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut