Joe Biden Sebut Rusia Bakal Serang NATO jika Ukraina Kalah, Putin: Tak Masuk Akal!
Aliansi NATO yang dipimpin AS didirikan pada 1949 untuk memberikan keamanan Barat terhadap pengaruh Uni Soviet. Setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991, wilayah NATO terus diperluas hingga mencakup beberapa negara bekas Uni Soviet dan Pakta Warsawa.
Putin telah berulang kali menyebut perluasan NATO pasca-Perang Dingin sebagai bukti arogansi Barat dalam menangani masalah keamanan Rusia.
Berdasarkan Pasal 5 perjanjian NATO, disebutkan bahwa “Para Pihak sepakat bahwa serangan bersenjata terhadap satu atau lebih negara di Eropa atau Amerika Utara akan dianggap sebagai serangan terhadap mereka semua.”
Putin mengatakan, masuknya Finlandia ke dalam NATO pada April lalu akan memaksa Moskow untuk memusatkan unit-unit militer tertentu di Rusia Utara dekat perbatasan kedua negara.
Barat, kata Putin, telah gagal memahami sejauh mana perubahan yang terjadi setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991, yang menurutnya telah menghilangkan dasar ideologis yang sebenarnya untuk konfrontasi antara Rusia dan Barat. “Saya benar-benar mempunyai kesan yang naif,” ujar Putin.