Joe Biden Disebut Ingin Lengserkan Vladimir Putin lewat Konflik Ukraina
AS dan Uni Eropa menerapkan beberapa putaran sanksi ekonomi terhadap Rusia setelah invasi ke Ukraina pada Februari lalu. Selain itu, AS menyetop impor minyak dan gas Rusia. Uni Eropa secara bertahap juga mengurangi pasokan energi Rusia.
Beberapa negara Eropa bahkan sudah tak mendapat pasokan sama sekali lantaran menolak membayar energi Rusia menggunakan mata uang rubel, seperti diminta Moskow. Bukan hanya itu, sanksi yang diterapkan juga berdampak pada pemeliharaan jaringan pipa gas ke Eropa, padahal sekitar 40 persen kebutuhan Uni Eropa masih bergantung pada Rusia.
Di sisi lain, Rusia diperkirakan akan mendapat keuntungan penjualan gas berlipat ganda tahun ini.
Lebih lanjut Gabbard juga mengkritik pemerintahan Joe Biden yang terus mengirim senjata ke Ukraina. Langkah itu bertolak belakang dengan moralitas. Dia juga curiga Biden menghendaki perubahan rezim di Rusia alias ingin menggulingkan Vladimir Putin dari konflik ini.
"Ini bukan tentang rakyat Ukraina atau melindungi demokrasi. Ini tentang perubahan rezim di Rusia dan memanfaatkan perang ini untuk memperkuat NATO serta memberi makan industri militer," tuturnya.