Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Klaim AS-Iran Sepakat Damai, Begini Respons Teheran
Advertisement . Scroll to see content

Jika Thailand-Kamboja Perang Skala Penuh, Amerika dan China Bakal Terlibat?

Sabtu, 26 Juli 2025 - 12:45:00 WIB
Jika Thailand-Kamboja Perang Skala Penuh, Amerika dan China Bakal Terlibat?
Pernyataan mengejutkan disampaikan Penjabat PM Thailand Phumtham Wechayachai yang memperingatkan konflik militer dengan Kamboja bisa berubah menjadi perang (Foto: The Nation)
Advertisement . Scroll to see content

Posisi AS dan China: Diam atau Turun Tangan?

Ketegangan ini tak bisa dilepaskan dari rivalitas geopolitik dua negara besar: Amerika Serikat dan China. Kedua negara memiliki kepentingan strategis di Asia Tenggara, dan hubungan mereka dengan Thailand serta Kamboja menjadi sangat menentukan dalam eskalasi konflik ini.

Amerika Serikat merupakan sekutu militer lama Thailand dan secara historis menjalin kerja sama erat melalui berbagai perjanjian pertahanan, termasuk latihan militer tahunan seperti Cobra Gold.

China, di sisi lain, adalah mitra terdekat Kamboja dalam bidang ekonomi dan pertahanan. Kedekatan itu makin kentara sejak Kamboja memberikan akses eksklusif kepada Angkatan Laut China di pangkalan Ream, Teluk Thailand.

Dalam situasi perang skala penuh, kemungkinan keterlibatan dua kekuatan ini muncul dalam tiga skenario:

1. Keterlibatan Tak Langsung Melalui Dukungan Militer dan Intelijen

AS bisa memperkuat Thailand dengan peralatan militer, pelatihan, atau informasi intelijen. Hal yang sama dapat dilakukan China terhadap Kamboja. Skenario ini membuat kawasan menjadi ladang proxy war baru di tengah meningkatnya rivalitas global.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut