Jika Thailand-Kamboja Perang Skala Penuh, Amerika dan China Bakal Terlibat?
Posisi AS dan China: Diam atau Turun Tangan?
Ketegangan ini tak bisa dilepaskan dari rivalitas geopolitik dua negara besar: Amerika Serikat dan China. Kedua negara memiliki kepentingan strategis di Asia Tenggara, dan hubungan mereka dengan Thailand serta Kamboja menjadi sangat menentukan dalam eskalasi konflik ini.
Amerika Serikat merupakan sekutu militer lama Thailand dan secara historis menjalin kerja sama erat melalui berbagai perjanjian pertahanan, termasuk latihan militer tahunan seperti Cobra Gold.
China, di sisi lain, adalah mitra terdekat Kamboja dalam bidang ekonomi dan pertahanan. Kedekatan itu makin kentara sejak Kamboja memberikan akses eksklusif kepada Angkatan Laut China di pangkalan Ream, Teluk Thailand.
Dalam situasi perang skala penuh, kemungkinan keterlibatan dua kekuatan ini muncul dalam tiga skenario:
1. Keterlibatan Tak Langsung Melalui Dukungan Militer dan Intelijen
AS bisa memperkuat Thailand dengan peralatan militer, pelatihan, atau informasi intelijen. Hal yang sama dapat dilakukan China terhadap Kamboja. Skenario ini membuat kawasan menjadi ladang proxy war baru di tengah meningkatnya rivalitas global.