Jepang Sebut Gempa Bumi M7,3 Susulan dari Guncangan Dahsyat pada 2011
Temuan tersebut mungkin terdengar aneh, namun guncangan susulan dari gempa utama memang bisa terjadi selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Di daerah dengan aktivitas seismik rendah, gempa susulan dalam selang waktu beberapa tahun, bahkan hitungan dekade, akan lebih kentara.
Contohnya seperti di Christchurch, Selandia Baru, pada 2016. Gempa itu diketahui merupakan susulan dari guncangan besar pada 2010. Beberapa ilmuwan berpendapat, urutan gempa susulan serupa dapat bertahan selama berabad-abad di daerah seperti Amerika Serikat bagian timur dan Australia.
Namun di Jepang, negara yang memiliki aktivitas seismik tinggi, sulit untuk memastikan apakah satu gempa berhubungan dengan guncangan sebelumnya. Kendati demikian, gempa pada Sabtu malam diyakini susulan dari Gempa Tohoku 2011.
Temuan Badan Meteorologi Jepang tersebut menunjukkan gempa pada Sabtu malam kemungkinan terjadi akibat pecahnya ‘bagian lengket’ yang tersisa dari patahan yang menyebabkan Gempa Tohoku 2011.
Gempa Tohoku 2011 sangat besar, bahkan menjadi yang terbesar di Jepang dan keempat di dunia sejak pencatatan modern dimulai sekitar tahun 1900-an. Gempa itu melepaskan energi sekitar 1.000 kali lebih banyak ketimbang gempa pada Sabtu malam serta menghasilkan retakan pada radius lebih dari 500 kilometer.