Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Advertisement . Scroll to see content

Jenderal Israel Mundur gara-gara Video Penyiksaan Tahanan Palestina Bocor

Sabtu, 01 November 2025 - 08:30:00 WIB
Jenderal Israel Mundur gara-gara Video Penyiksaan Tahanan Palestina Bocor
Seorang perwira tinggi militer Israel mengundurkan diri dari jabatannya terkait bocornya video penyiksaan tahanan Palestina (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

Video memperlihatkan tentara membawa seorang tahanan ke samping dan berkerumun sambil menggendong seekor anjing dan menghalangi pandangan mereka dengan perlengkapan anti-huru hara.

Sementara itu Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, mengatakan penyelidikan kriminal atas kebocoran video tersebut sedang berlangsung. Dia juga menyebut Yerushalmi sedang dalam masa cuti paksa.

Yerushalmi membela tindakannya sebagai upaya untuk menangkis propaganda terhadap departemen hukum yang bertugas menegakkan supremasi militer. Dia juga menyebut lembaganya kerap menjadi sasaran fitnah selama perang Gaza berlangsung.

Rekaman tersebut berasal dari kamp tahanan Sde Teiman, tempat beberapa anggota Hamas ditahan. Di kamp itu pula banyak warga Gaza ditahan terkait perang.

Dalam surat pengunduran dirinya, Yerushalmi menyebut para tahanan Sde Teiman sebagai teroris terburuk. Namun dia menegaskan sebutan itu tidak menghilangkan kewajiban untuk menyelidiki dugaan pelanggaran oleh tentara Israel.

"Saya sangat menyesal, pemahaman dasar ini, bahwa ada tindakan yang bahkan tidak boleh dilakukan terhadap tahanan yang paling keji sekalipun, tidak bisa lagi meyakinkan semua orang," ujarnya.

Beberapa kelompok HAM melaporkan pelanggaran berat yang dilakukan tentara Zionis terhadap warga Palestina selama perang. Militer Israel juga sedang menyelidiki puluhan kasus, namun mengatakan pelanggaran tersebut tidak sistematis.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut