Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 9 WNI yang Diculik Israel telah Bebas, Menlu Sebut Pakai Berbagai Jalur Diplomatik
Advertisement . Scroll to see content

Jejak Penggunaan Amunisi Uranium Terdeplesi dalam Perang, Israel Masuk Daftar?

Jumat, 27 Juni 2025 - 15:14:00 WIB
Jejak Penggunaan Amunisi Uranium Terdeplesi dalam Perang, Israel Masuk Daftar?
Dugaan penggunaan amunisi uranium terdeplesi (DU) oleh Israel terhadap Iran menambah daftar panjang penggunaan senjata kontroversial dalam perang (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

Laporan-laporan pascaperang di Irak menunjukkan peningkatan kasus kanker dan cacat lahir di wilayah-wilayah yang terpapar DU, meskipun keterkaitannya masih menjadi bahan perdebatan ilmiah.

Organisasi-organisasi seperti PBB, WHO, dan Amnesty International telah menyerukan pelarangan atau setidaknya transparansi penggunaan DU dalam peperangan. Namun hingga kini, belum ada larangan internasional yang mengikat terkait senjata ini.

Implikasi Politik dan Hukum

Jika terbukti Israel menggunakan DU, dampaknya bisa meluas ke ranah diplomatik dan hukum internasional. Iran kemungkinan besar akan menggunakan isu ini sebagai amunisi politik di forum-forum global seperti PBB dan IAEA, sambil menyoroti dampaknya terhadap penduduk sipil dan lingkungan sekitarnya.

Uranium terdeplesi merupakan senjata yang sangat efektif dalam konteks militer, tetapi juga menjadi simbol gelap dari peperangan modern yang mengabaikan risiko jangka panjang. 

Jejak penggunaannya dalam berbagai konflik telah meninggalkan trauma lingkungan dan kesehatan. Jika Israel benar-benar menggunakannya dalam konflik terbaru dengan Iran, maka sejarah penggunaan DU kembali mencatat babak baru, dengan dampak yang mungkin tak hanya terasa di medan perang, tapi juga jauh sesudahnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut