Jejak Kaki Manusia dari 120.000 Tahun Lalu Ditemukan di Arab Saudi
Total ada tujuh dari ratusan cetakan jejak kaki yang diidentifikasi sebagai hominin. Dari orientasinya, yakni jarak satu sama lain serta perbedaan ukuran, diperkirakan jejak kaki itu berasal dari dua atau tiga orang yang sedang bepergian bersama.
Para peneliti berpendapat jejak itu milik manusia modern. Ini menunjukkan para nenek moyang telah hadir di Timur Tengah pada saat itu.
"kita tahu bahwa manusia mengunjungi danau ini di saat bersamaan dengan hewan. Tidak seperti biasanya, di daerah tersebut tidak ada peralatan batu," kata Stewart, mengindikasikan bahwa manusia membuat permukiman jangka panjang di sana.
"Tampaknya orang-orang ini mengunjungi danau untuk mencari sumber air dan hanya untuk mencari makan pada saat yang sama dengan hewan," ujarnya, seraya menjelaskan hewan-hewan itu diburu untuk dimakan.
Selain jejak kaki, di lokasi juga ditemukan sekitar 233 fosil. Kemungkinan mereka merupakan hewan karnivora yang memangsa herbivora di Alathar, seperti bisa dilihat di sabana Afrika saat ini.
Sebelumnya diketahui manusia purba menyebar ke Eurasia melalui selatan Yunani dan Levant, mengeksploitasi sumber daya pesisir di sepanjang jalan. Namun penelitian terbaru menunjukkan ada rute pedalaman, yakni mengikuti danau dan sungai.
"Kehadiran hewan besar seperti gajah dan kudanil, bersama dengan padang rumput terbuka dan sumber air yang besar, mungkin membuat Arabia utara menjadi tempat sangat menarik bagi manusia yang bergerak dari Afrika ke Eurasia," kata penulis lain dari Institut Max Planc untuk Ilmu Sejarah Manusia, Michael Petraglia.
Editor: Anton Suhartono