Ivanka Akan Gantikan Donald Trump di KTT Amerika Latin
LIMA, iNews.id - Putri Presiden Amerika Serikat (AS) Ivanka Trump dan Wakil Presiden Mike Pence mengisi ketidakhadiran Presiden Donald Trump dalam pertemuan puncak para pemimpin Amerika Latin yang berlangsung di Peru pada akhir pekan ini.
Namun, dengan ketidakhadiran Trump demi memantau tanggapan kasus dugaan serangan gas beracun di Suriah, perhatian internasional terhadap pertemuan yang digelar pada Jumat-Sabtu itu meredup.
Pada briefing yang digelar di Washington, AS, Rabu 1 April, Ivanka Trump dan beberapa pejabat senior Pemerintahan AS bersikeras ketidakhadiran Presiden Trump bukanlah suatu penghinaan atau tanda ketidaktertarikan terhadap Amerika Latin.
"Presiden harus membatalkan kunjungannya mengingat kekejaman yang terjadi di Suriah, yang mengharuskannya terlibat dalam topik itu dan topik terkait," kata seorang pejabat, seperti dilansir AFP, Kamis (12/4/2018).
Namun, delegasi tingkat tinggi masih akan tetap mewakili AS dalam pertemuan di Peru tersebut.
Mereka mendaftarkan Ivanka Trump dan Pence bersama dengan pejabat tinggi AS lainnya untuk membahas perdagangan, bantuan luar negeri dan investasi. Suami Ivanka, Jared Kushner, yang juga menjabat sebagai penasihat senior presiden seperti Ivanka, juga dijadwalkan hadird alam KTT tersebut.
"Saya sangat gembira atas kunjungan saya," kata Ivanka Trump.
Dia menjelaskan akan mempromosikan cara-cara memberdayakan wanita secara ekonomi saat berada dalam pertemuan tersebut.
"Pemberdayaan ekonomi perempuan di Amerika merupakan elemen kunci dari komitmen presiden untuk memajukan tujuan dan tujuan bersama kami di belahan bumi," kata seorang pejabat senior pemerintah.
Pejabat lainnay menyebut tidak ada hal baru yang diharapkan di KTT Lima pada negosiasi NAFTA.
"Kami tidak punya sesuatu untuk diumumkan pada NAFTA saat ini. Negosiasi terus berlangsung," kata pejabat itu.
Sebelum pembatalan, Gedung Putih menyatakan dalam KTT Lima nanti Presiden Trump itu akan fokus mengejar perdagangan yang adil dengan timbal balik di seluruh wilayah serta mendorong perlawanan ekonomi eksternal.
Editor: Anton Suhartono