Israel Tewaskan 7 Orang di Lebanon Selatan, Hancurkan Biara Katolik
Menurut Sabbagh, biara itu merupakan kompleks kecil yang hanya dihuni dua biarawati sebelum konflik memaksa mereka pergi.
Pihak militer Israel menyatakan bahwa kerusakan terjadi saat pasukan menghancurkan infrastruktur Hizbullah di Yaroun. Mereka mengklaim bangunan yang rusak tidak memiliki tanda keagamaan.
Militer Israel juga mengklaim bahwa kompleks tersebut sebelumnya digunakan Hizbullah untuk meluncurkan roket ke wilayah Israel. Mereka menegaskan tidak secara sengaja menargetkan tempat ibadah dalam operasi militer.
Namun, Gereja Katolik di Lebanon membantah klaim tersebut. “Kami menentang semua praktik terhadap tempat ibadah dan gereja. Ini adalah tempat untuk menyebarkan perdamaian, cinta, dan pendidikan,” kata Pastor Abdo Abou Kassm.
“Ini bukan pangkalan militer,” imbuhnya.
Insiden perusakan biara ini terjadi beberapa hari setelah beredarnya gambar seorang tentara Israel yang memegang kapak dan merusak patung Yesus di desa Debel, Lebanon selatan, yang memicu kecaman luas baik di dalam negeri maupun internasional.
Sementara itu, serangan udara Israel di sejumlah wilayah lain terus berlanjut. Media pemerintah Lebanon melaporkan dua orang tewas akibat serangan terhadap mobil di Kfar Dajal, tiga orang tewas di Lwaizeh, serta dua lainnya tewas di Shoukin.
Editor: Reza Fajri