Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pria ODGJ di Bogor Tewas Tenggelam usai Ceburkan Diri di Situ Cikaret
Advertisement . Scroll to see content

Israel Sembunyikan Info Ribuan Tentara Dipecat gegara Gangguan Jiwa, Takut Pengaruhi Moral Publik

Kamis, 07 Mei 2026 - 11:27:00 WIB
Israel Sembunyikan Info Ribuan Tentara Dipecat gegara Gangguan Jiwa, Takut Pengaruhi Moral Publik
Militer Israel menyembunyikan informasi ribuan tentaranya dipecat akibat gangguan jiwa akibat perang Gaza (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Militer Israel sengaja menyembunyikan informasi mengenai ribuan tentaranya yang dipecat karena mengalami gangguan jiwa selama perang Gaza karena khawatir memengaruhi moral publik. 

Media Israel melaporkan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menunda dan membatasi publikasi data terkait tentara yang dipecat akibat tekanan psikologis berat.

Surat kabar Haaretz mengungkap, militer Israel tidak ingin masyarakat mengetahui sejauh mana tekanan mental yang dialami para prajurit di medan perang Gaza. Bahkan sumber internal menyebut ada upaya manipulasi angka dan persentase agar data terlihat tidak terlalu buruk.

Sumber pejabat di departemen kesehatan mental militer juga meyakini, IDF sengaja menghindari publikasi data karena skala kasus yang sangat besar dan berpotensi mengganggu moral publik Israel.

IDF menyembunyikan informasi soal pemecatan ribuan tentara selama perang di Jalur Gaza yang dimulai pada Oktober 2023. Mereka diberhentikan dari dinas militer karena menderita gangguan kejiwaan.

Haaretz mengaku telah meminta data lengkap kepada juru bicara IDF pada 2025, namun ditolak dengan alasan permintaan harus diajukan melalui Undang-Undang Kebebasan Informasi Israel.

Permintaan resmi kemudian diajukan pada awal Juni 2025. Namun hingga tenggat waktu berlalu, militer Israel tetap tidak memberikan data yang diminta.

Keputusan IDF itu dianggap melanggar hukum karena aturan mewajibkan pihak berwenang memberikan tanggapan dalam waktu 30 hari, dengan perpanjangan maksimal 120 hari dalam kondisi khusus.

Menurut Haaretz, militer sempat meminta tambahan waktu 30 hari lagi, tetapi tetap tidak merilis data tersebut sampai batas akhir.

Mengutip sumber para perwira Israel di direktorat personalia militer dan kantor juru bicara, Haaretz menyebut IDF kerap menunda perilisan data yang dianggap tidak menguntungkan citra militer.

Berdasarkan data asosiasi Hatzlacha, militer Israel akhirnya setuju merilis sebagian data yang hanya mencakup tahun pertama perang. Dalam periode tersebut tercatat 7.241 perwira dan tentara diberhentikan karena gangguan kejiwaan.

Sumber di direktorat personalia militer menyebut angka itu diyakini menjadi yang tertinggi dalam sejarah militer Israel.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut