Israel Mulai Banjiri Terowongan Hamas, Nasib Sandera di Ujung Tanduk
TEL AVIV, iNews.id - Militer Israel sudah memulai proses pemompaan air laut ke terowongan Hamas di Jalur Gaza, Palestina. Israel tak mampu menghancurkan terowongan-terowongan itu sehingga menggunakan opsi menutupnya dengan air.
Cara ini dikhawatirkan berdampak pada lebih dari 100 tawanan Israel serta warga asing lain yang masih ditahan di terowongan-terowongan tersebut.
Surat kabar Amerika Serikat (AS) The Wall Street Journal (WSJ), mengutip beberapa pejabat AS yang mendapat pengarahan mengenai operasi militer Israel di Gaza, melaporkan pengisian terowongan dengan air dari Laut Mediterania merupakan strategi Israel yang lebih luas.
Upaya tersebut dilaporkan masih dalam tahap awal dan akan terus dievaluasi. Israel belum mengetahui material bagian dalam terowongan yang diduga terdapat pintu besi anti-bom yang juga bisa mencegah masuknya air. Selain itu ada ratusan ribu terowongan yang memiliki total panjang sekitar 500 km.
Majelis Umum PBB Tolak Kutuk Serangan Hamas ke Israel 7 Oktober dalam Resolusi Gaza
Pengaliran air diperkirakan memakan waktu beberapa pekan dimulai dengan pemasangan dua pompa tambahan oleh Israel untuk melengkapi lima pompa yang dipasang pada November.
Laporan WSJ mengungkap, uji coba awal sudah dilakukan bulan lalu.
Terungkap, Tank-Tank Zionis Tembaki Warga Israel saat Serangan Hamas 7 Oktober
Langkah tersebut menuai kritik tajam bukan hanya di kalangan warga Israel yang kerabatnya masih ditawan, tapi juga bagi warga Gaza. Pengaliran air laut ke terowongan bisa memicu bencana lingkungan dan merusak kualitas air bersih di Gaza.
Beberapa pejabat pemerintahan Presiden Joe Biden juga menyuarakan keprihatinan dengan mengatakan penggunaan air laut mungkin tidak efektif dan serta membahayakan pasokan air tawar di Gaza.
Israel Ingin Banjiri Terowongan Gaza dengan Air Laut, Keselamatan Tawanan Hamas Terancam
Serangan Israel ke Gaza sejak 7 Oktober hingga Selasa 12 Desember telah menewaskan Setidaknya 18.412 orang dan melukai 50.100 lainnya. Sementara korban di pihak Israel hampir 1.200 orang dan sekitar 139 lainnya masih disandera di Gaza.
Editor: Anton Suhartono