Israel Ingin Bunuh Mojtaba Khamenei, Iran: Kami Balas, Segera!
TEHERAN, iNews.id - Iran tak akan membiarkan begitu saja serangan terhadap rakyat dan para pejabat, termasuk Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei. Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi setelah Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, mengatakan militernya mengincar Mojtaba.
Araghchi menegaskan, setiap ancaman terhadap rakyat dan pemimpin akan dibalas segera dan lebih keras.
"Syarat-syarat MoU Islamabad sangat jelas dan terbuka untuk dilihat semua orang," tulis Araghchi, di platform media sosial X dikutip Jumat (3/7/2026).
MoU Islamabad merupakan perjanjian damai Iran-Amerika Serikat yang diteken Presiden Masoud Pezeshkian dan mitranya dari AS, Donald Trump, pada 17 Juni lalu. MoU itu mengakhiri perang kedua negara, termasuk Israel, yang berlangsung sejak 28 Februari, setidaknya selama 60 hari.
"(Trump telah berkomitmen untuk) Membungkam 'hewan peliharaannya' di Tel Aviv. Jika mereka mengabaikan tuannya, Iran akan mendidik mereka," kata Araghchi, merujuk pada Israel.
Dia mengunggah pernyataannya itu disertai tangkapan layar artikel berita berisi Menhan Israel Katz yang mengatakan Mojtaba sedang diincar untuk dibunuh.
"Dia ditargetkan untuk dibunuh," kata Katz, seperti dilaporkan Fox News, dikutip Selasa (30/6/2026).
Katz juga mengeklaim beberapa kemungkinan perang ke depannya. Pertama, Trump memutuskan negosiasi dengan Iran berakhir dan melanjutkan operasi militer.
Editor: Anton Suhartono