Israel Gempur Lebanon usai Serangan Hizbullah, 31 Orang Tewas
BEIRUT, iNews.id - Pasukan Israel menyerang Lebanon pada, Senin (2/3/2026) untuk membalas rentetan serangan yang diluncurkan Hizbullah. Kementerian Kesehatan Publik Lebanon melaporkan sebanyak 31 orang tewas dan 149 lainnya terluka.
Melansir Al Jazeera, Israel juga mengumumkan peringatan evakuasi bagi lebih dari 50 kota di Lebanon selatan dan Lembah Bekaa. Hal ini memicu situasi yang mengingatkan pada 23 September 2024, ketika serangan Israel menewaskan sekitar 500 orang dan membuat lebih dari 1 juta orang mengungsi dalam sehari.
Sebelumnya, Hizbullah membalas serangan Israel untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun dengan menembakkan rentetan rudal dan drone ke sebuah lokasi militer Israel di kota utara Haifa.
Hizbullah mengungkapkan, serangan tersebut sebagai respons atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas pada Sabtu (28/2/2026) akibat serangan Israel di ibu kota Iran, Teheran.
Israel Bom Beirut usai Serangan Roket Hizbullah
Pada Senin, pemerintah Lebanon melarang aktivitas keamanan dan militer Hizbullah serta memerintahkan penangkapan pihak-pihak yang melancarkan serangan roket.
Sementara itu, pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan kepada MTV Lebanon bahwa mereka kini menganggap gencatan senjata di Lebanon yang dimulai pada November 2024 telah berakhir dan tidak akan campur tangan untuk menghentikan serangan Israel di Lebanon.
AS menyatakan tidak memperkirakan bandara atau pelabuhan Lebanon akan menjadi target, tetapi menuntut agar negara Lebanon menetapkan Hizbullah sebagai organisasi teroris.
“Jika tidak, tidak akan ada perbedaan di antara keduanya,” kata pejabat AS tersebut.
Israel menyatakan telah menewaskan para pemimpin senior Hizbullah dalam serangan di Lebanon selatan dan Dahiyeh. Israel juga mengeluarkan peringatan pengungsian massal bagi lebih dari 50 kota dan desa di Lebanon selatan serta timur.
Tampak mobil-mobil yang berdesakan meninggalkan wilayah itu mengingatkan pada hari-hari terburuk perang Israel di Lebanon pada 2023 dan 2024.
Editor: Aditya Pratama