Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan, lebih dari 300 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan polisi Israel, kemarin. Aparat zionis menembakkan peluru karet, granat kejut, dan gas air mata di kompleks Masjid al-Aqsa. Sementara, polisi Israel mengatakan, 21 petugas mereka terluka dalam bentrokan itu.
Presiden Jokowi Desak PBB Tindak Kekerasan dan Pengusiran Paksa Warga Palestina oleh Israel
Kelompok milisi Islam yang menguasai Gaza, Hamas, menuntut agar Israel segera mengeluarkan polisinya dari kompleks Masjid al-Aqsa dan Sheikh Jarrah (wilayah permukiman Palestina yang sedang digusur Israel). Hamas pun menetapkan batas waktu pukul 18.00 waktu setempat (22.00 WIB) bagi Israel untuk menarik pasukannya.
Juru bicara kelompok milisi sayap Hamas, Abu Ubaidah mengatakan, pihaknya telah meluncurkan serangan roket terhadap musuh (Israel) di Yerusalem. Serangan itu sebagai tanggapan atas kejahatan dan agresi Israel terhadap kota suci tersebut, serta agresi kaum zionis terhadap rakyat Palestina di Masjid al-Aqsa dan Sheikh Jarrah.
Dukung Palestina, Klub Cile Deportivo Palestino Pakai Serban Jelang Laga
Sebagai tanggapan, PM Israel Benjamin Netanyahu malah menyebut Hamas sebagai organisasi teroris. “Israel akan membalasnya dengan sangat keras. Kami tidak akan menoleransi serangan di wilayah kami, ibu kota kami, warga kami dan tentara kami. Siapa pun yang menyerang kami akan membayar mahal,” kata dia, dikutip Reuters, Selasa (11/5/2021).
Ketegangan telah meningkat selama berminggu-minggu selama Bulan Suci Ramadhan, di tengah bentrokan antara pasukan keamanan Israel dan pengunjuk rasa Palestina yang memicu kekhawatiran internasional bahwa peristiwa bisa saja di luar kendali.