Israel Akui Kemerdekaan Somaliland, Ini Peringatan Keras Erdogan
MOGADISHU, iNews.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan, pengakuan Israel terhadap kemerdekaan Somaliland, wilayah yang memisahkan diri Somialia, tidak menguntungkan siapa pun serta berisiko mengganggu stabilitas kawasan Tanduk Afrika.
“Saya ingin menegaskan kembali pengakuan Israel terhadap Somaliland tidak akan menguntungkan Somaliland maupun Tanduk Afrika,” katanya, dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed pada Selasa, seperti dikutip dari RT.
Erdogan menegaskan perselisihan di Tanduk Afrika harus diselesaikan oleh para pemain di kawasan tanpa mengubahnya menjadi arena perebutan kekuasaan-kekuatan asing.
Dalam pernyataan pada Rabu (18/2/2026), Somaliland mengecam pernyataan Erdogan dengan menyebutnya sebagai bentuk campur tangan yang tidak bisa diterima.
Somalia Ungkap 3 Motif Berbahaya Israel Akui Kemerdekaan Somaliland, Singgung Palestina
Israel pada Desember 2025 menjadi negara pertama dan satu-satunya yang secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara merdeka. Keputusan itu menuai kritik tajam dari negara-negara Muslim maupun Barat.
Pemerintah Somalia tidak mengakui sikap Israel itu dan menganggap Somaliland masih menjadi wilayah kedaulatannya.
Kelompok Houthi Yaman Tak Segan-Segan Serang Posisi Israel di Somaliland
Somalia juga mengutuk keputusan Israel itu dengan menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.
Somaliland memisahkan diri dari Somalia dan mendeklarasikan kemerdekaan pada 1991 setelah perang saudara selama 10 tahun. Wilayah yang terletak di sepanjang pantai selatan Teluk Aden membangun pemerintahan sendiri, termasuk lembaga keamanan bahkan mata uang sendiri meski belum diakui secara internasional.
Editor: Anton Suhartono