Israel Akan Kerahkan Pasukan Gempur Gaza, 35.000 Orang Pilih Mengungsi di RS
YERUSALEM, iNews.id - Kementerian Kesehatan Palestina menyebut sekitar 35.000 orang tejebak di rumah sakit utama di Kota Gaza, Palestina. Kebanyakan mereka terluka dan mencari perlindungan sebelum serangan darat Israel dikerahkan.
Dirut Rumah Sakit Shifa Mohammad Abu Selim mengonfirmasi kerumunan besar telah memenuhi bangunan dan halaman di luar. Shifa adalah rumah sakit terbesar di seluruh Jalur Gaza.
"Orang-orang berpikir ini adalah satu-satunya tempat aman setelah rumah mereka hancur dan mereka terpaksa mengungsi," katanya seperti dirangkum dari AP, Minggu (15/10/2023).
Militer Israel telah memerintahkan sekitar separuh populasi Gaza, termasuk seluruh Kota Gaza, untuk dievakuasi saat mereka bersiap mengirim pasukan darat.
Brigade Al-Quds Rudal Kota Ashkelon dan Sderot di Israel
Israel telah melakukan serangan udara ke Gaza selama seminggu terakhir, menewaskan lebih dari 2.200 orang sejauh ini sebagai respons terhadap serangan Hamas lintas perbatasan yang telah menewaskan lebih dari 1.300 warga Israel.
Militer Israel akan menyerang Gaza dengan kekuatan udara, darat, dan laut. Israel belum mengumumkan kapan serangan tersebut akan dimulai.
Jurnalis Reuters Tewas Terkena Rudal dari Israel, Lebanon: Pembunuhan yang Disengaja
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken, telah menelepon Menteri Luar Negeri China Wang Yi untuk meminta bantuan China dalam mencegah perang Israel-Hamas meluas.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Matthew Miller, mengatakan bahwa Blinken menelepon Wang pada hari Sabtu dari Riyadh, Arab Saudi, untuk meminta China menggunakan pengaruhnya di Timur Tengah.
Miller tidak mengungkapkan negara-negara dan kelompok mana yang diyakini oleh AS memiliki pengaruh dengan China, tetapi China dikenal memiliki hubungan perdagangan dan politik yang erat dengan Iran. Negara itu diketahui mendukung Hamas dan kelompok Hizbullah di Lebanon.
Miller menolak untuk menggambarkan respons Wang, tetapi mengatakan bahwa AS percaya bahwa mereka dan China memiliki kepentingan bersama dalam stabilitas Timur Tengah.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq