Isi Surat Rahasia Presiden Venezuela Maduro ke Putin dan Xi Jinping Minta Bantuan Hadapi Amerika
Kehadiran armada militer AS di Karibia belakangan ini membuat Karakas semakin waspada. Washington berdalih operasi tersebut dilakukan untuk memerangi penyelundupan narkoba, namun pemerintah Venezuela menuduh langkah itu sebagai upaya provokasi dan ancaman langsung terhadap kedaulatan negara.
Sejak September lalu, pasukan AS melancarkan belasan kali serangan terhadap kapal Venezuela yang dituduh terlibat penyelundupan narkoba, menewaskan sedikitnya 61 orang. Peristiwa itu menjadi salah satu tantangan terberat bagi Maduro sejak ia berkuasa pada 2013.
Pengamat geopolitik menilai, langkah Maduro mencari bantuan ke Rusia, China, dan Iran menunjukkan terbentuknya kembali blok kekuatan anti-Barat di era pasca-Perang Dingin. Ketiga negara tersebut selama ini dikenal sebagai sekutu politik dan ekonomi Venezuela dalam menghadapi tekanan sanksi dari AS.
“Situasi ini sangat mengingatkan pada Krisis Rudal Kuba tahun 1962,” ujar pengamat politik internasional asal Meksiko, Luis Herrera, kepada media lokal.
“Perbedaannya, kini bukan hanya Uni Soviet yang terlibat, melainkan juga China dan Iran, yang membuat konstelasi global jauh lebih rumit.”
Ketegangan di Karibia kini menjadi sorotan dunia. Jika benar Venezuela menerima bantuan militer dari negara-negara sekutu, wilayah tersebut berpotensi menjadi front baru persaingan global antara Washington dan blok Eurasia.
Editor: Anton Suhartono