Di antara korban tewas adalah Suleiman Aytnasr yang berusia 7 tahun. Sebelum gempa, ibunya sempat menggendong bocah itu ke kamar tidurnya setelah dia tertidur di ruang tamu rumah mereka. Keluarga itu tinggal di sebuah dusun di luar Talat N'Yaaqoub, salah satu daerah yang terkena dampak gempa paling parah. Tak lama lagi, Suleiman seharusnya masuk sekolah dan akan memulai tahun ajaran baru.
Jumlah Korban Gempa Bertambah, Maroko Berkabung
“Saat istriku kembali, gempa terjadi dan langit-langit hancur dan menimpa anakku,” kata ayah Suleiman, Brahim Aytnasr.
Mata pria itu tampak merah karena tak berhenti menangis. Sepanjang Senin kemarin, dia menghabiskan hari dengan mencoba menyelamatkan barang-barang yang masih tersisaa dari puing-puing rumahnya.
Sungguh Mulia! Pemain Timnas Maroko Donor Darah untuk Korban Gempa Maroko
Di Desa Tagadirte, hanya sedikit bangunan yang masih berdiri. Salah satu penduduk, Mohamed Ouchen (66) menceritakan bagaimana warga menarik 25 orang hidup-hidup dari reruntuhan tak lama setelah gempa terjadi.
Salah satu yang diselamatkan adalah saudara perempuannya sendiri. “Kami sibuk menyelamatkan, karena tidak punya alat, kami pakai tangan,” ujarnya.