Iran Uji Coba Roket Pembawa Satelit, AS Curiga Bakal Digunakan untuk Nuklir
Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan tindakan seperti itu tidak membantu serta mengganggu stabilitas keamanan.
“Amerika Serikat prihatin dengan pengembangan lanjutan kendaraan peluncur luar angkasa (SLV) Iran yang menimbulkan kekhawatiran proliferasi yang signifikan,” kata juru bicara itu.
Dia menjelaskan SLV menggabungkan teknologi yang hampir mirip dengan rudal balistik, termasuk sistem jarak jauh.
Peluncuran SLV, lanjut dia, bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2231 yang menyerukan Iran tidak melakukan aktivitas apa pun terkait dengan rudal balistik yang dirancang untuk bisa mengirim senjata nuklir, termasuk peluncuran menggunakan teknologi seperti itu.
AS, kata dia, akan terus melakukan upaya guna mencegah Iran mencapai kemajuan di bidang rudal balistik serta teknologi terkait lainnya, termasuk dengan menjatuhkan sanksi.
Resolusi PBB yang disetujui pada 2015 meminta Iran untuk menahan diri dari aktivitas rudal balistik yang dirancang untuk mengirim senjata nuklir selama 8 tahun.
Sementara itu Iran berkali-kali membantah sedang mengembangkan senjata nuklir. Oleh karena itu, resolusi PBB dianggap tidak berlaku pada program rudal balistiknya. Senjata itu dikembangkan semata-mata sebagai pertahanan dan pembalasan.
Editor: Anton Suhartono