Iran Protes: Jadi Korban Serangan AS-Israel, tapi Diposisikan Agresor oleh Negara Arab
Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar pemungutan suara pada Rabu waktu New York untuk menentukan apakah resolusi tersebut akan diadopsi atau tidak.
Iravani mengingatkan, perlakuan seperti itu tidak hanya berpotensi menimpa Iran, tapi juga negara lain di masa depan.
“Hari ini yang adalah Iran. Besok, bisa jadi negara berdaulat lainnya,” katanya.
Dia pun menyerukan kepada masyarakat internasional untuk segera bertindak menghentikan perang yang menurutnya telah menimbulkan penderitaan besar bagi rakyat Iran.
Menurut Iravani, serangan militer AS dan Israel sejak 28 Februari telah menewaskan lebih dari 1.300 warga sipil Iran. Selain itu, serangan tersebut juga menghancurkan ribuan fasilitas sipil di berbagai wilayah.
Dia merinci sebanyak 9.669 lokasi sipil telah rusak atau hancur, termasuk 7.943 rumah tinggal serta 1.617 pusat komersial dan layanan publik.
“Angka-angka ini terus meningkat setiap hari seiring dengan serangan militer berkelanjutan yang dilakukan AS dan Israel terhadap kejahatan perang di berbagai kota di Iran,” ujarnya.
Editor: Anton Suhartono